BURJ AL – ARAB, UAE

Bagi para pengunjung yang termasuk dalam kategori “traveler berduit”, saya rasa pantas untuk mengunjungi salah satu hotel terbaik di dunia ini. Saya juga berani menjamin jikalau para pengunjung ini akan dimanjakan dan diberikan pengalaman tidur yang tak terlupakan layaknya seorang Raja.

Jikalau kita mengintip sedikit info dari World Travel Awards, mungkin hotel yang satu ini bisa disebut yang terbaik & mewah atapun mungkin dapat mengambil predikat 1 dari sekian juta hotel yang berdiri di muka bumi ini.

Well, tidak diragukan lagi berbagai fasilitas mewah sudah disuguhkan disini. Anda tidak percaya ? Rasanya sudah tidak asing di telinga dimana kita menginap di satu hotel yang menyuguhkan Wi-Fi, Free Streaming, Kolam Renang Panas, atau ditemani restoran dan bar berbintang 5. Tapi bagaimana jika fasilitas mewah ini berupa saat anda memesan transportasi penjemputan untuk ke area hotel ini, anda akan dijemput dengan menggunakan Helikopter atau Rolls Royce Phantom, Mercedes S400 ataupun Merceder GL450 dengan budget AED 10.000 atau berkisar Rp 35,2 juta untuk dijemput helicopter dan AED 500 atau sekitar Rp 1,5 juta untuk dijemput mobil. Sungguh fantastis bukan?

Resort mewah ini atau yang biasa sering disebut Arab Tower adalah resort tempat penginapan glamour yang didirikan di daerah Dubai ,UAE. Di mata dunia, resort ini disebut – sebut sebagai “Hotel Bintang 7” dan merupakan hotel tertinggi keempat di dunia dengan menghabiskan biaya pembangunan sekitar US$ 650 juta atau setara dengan Rp 8,4 trilliun. Namun faktanya, 39% dari total tingginya disini terdiri dari ruang tidak bisa ditempati. Uniknya bahwa property Burj Al Arab ini berdiri di atas pulau buatan seluas 280 m (920 kaki) dari pantai Jumeirah dan terhubung ke daratan oleh jembatan melengkung pribadi. Bentuk struktur hotel ini sengaja dirancang untuk meniru konsep kapal layar serta hotel ini memiliki Helipad di dekat area atap pada ketinggian 210 m (689 kaki) di atas tanah.

Chicago Beach merupakan nama bekas zona pantai yang saat Burj Al Arab dan Hotel Pantai Jumeirah didirikan. Hotel ini berada di sebuah pulau dari tanah buatan berjarak 280 meter lepas pantai dari pantai yang bernama Chicago Beach. Asal usul nama lokal ini didapat dari, tatkala dulu daerah ini terdapat Chicago Bridge & Iron Company yang pada saat itu merupakan tangki terapung raksasa penyimpanan minyak yang dikenal oleh penduduk setempat dengan nama Kazzans. Nama lama ini tetap bertahan walaupun Hotel tua telah dihancurkan pada tahun 1997 dan Dubai Chicago Beach Hotel tetap dijadikan sebagai “nama proyek umum” dalam tahap pembangunan resort Hotel Burj Al Arab sampai Sheikh Mohammed bin Rasyid Al Maktoum mengumumkan nama baru.

burj al arab, dubai, uae

Sejatinya Hotel Burj Al Arab ini dirancang oleh konsultan multidisiplin Atkins yang dikepalai oleh arsitek Tom Wright, yang sejak saat itu menjabat sebagai pendiri perusahaan WKK Architects sedangkan untuk desain dan konstruksi dipegang oleh insinyur Rick Gregory, seorang yang berkebangsaan Kanada yang juga jebolan dari WS Atkins. Kemudian hotel ini dibangun oleh kontraktor pembangunan yang berasal dari Afrika Selatan yaitu Murray & Roberts dan Al Habtoor Engineering. Pembangunan pulau ini dimulai pada tahun 1994 dengan lebih dari 60 staff WS Atkins dari bagian manajerial dan desain, dan sampai di tahun 2000 pekerja konstruksi berhasil menyelesaikan struktur puncak Hotel. Property ini sengaja didesign menyerupai kapal layar tradisional Arab yang disebut Dhow. Pada struktur dua “sayap” yang tersebar di V guna membentuk “tiang” sementara ruang diantaranya ditutup dengan atrium besar.

Arsitek Tom Wright pernah mengemukakan bahwa para klien mereka berharap Tom cs. dapat membuat suatu bangunan yang bisa menjadi ikon atau simbolis di Dubai layaknya Sydney dengan Opera House, London dengan Big Ben, atau Paris dengan Menara Eiffel. Kemudian Tom berhasil membuat Hotel ini menjadi sebuah bangunan yang identic dengan nama negara.

Beberapa fitur struktur dari hotel yang dibutuhkan membutuhkan prestasi teknik yang cukup rumit di dalam tahap pembangunannya. Berhubung hotel ini terletak di sebuah pulau buatan yang dibangun di 280 meter lepas pantai dan untuk mengamankan pondasinya ditopang oleh tiang beton sepanjang 40 meter yang ditancapkan ke dalam pasir. Dan sampai saat ini, Burj Al Arab berhasil membukukan sebagai The Third Tallest Hotel In The World.

Hotel ini kemudian dipegang oleh Jumeirah Group dan hotel bertingkat 28 ini mengakomodasikan 202 kamar tidur suite yang dimana suite terkecil menempati area seluas 169 m2 dan suite terbesar menempati area seluas 780 m2. Apabila dirincikan, ada 8 tipe kamar yang tersedia di Burj Al Arab ini dimulai dari Deluxe One Bedroom Suite sampai Royal Two Bedroom Suite yang bisa memasang tarif mulai dari Rp 25,6 juta /malam sampai Rp 140 juta /malam. Dengan harga yang mencengangkan ini maka tak heran hotel ini terdaftar di urutan nomor 12 pada predikat World’s 15 Most Expensive Hotel Suite versi CNN Go di tahun 2012.

Burj Al Arab Jumeirah ini memiliki fitur tambahan seperti kolam renang sebanyak empat buah dengan dua berada di luar ruangan dan dua di dalam ruangan. Bahkan, hotelnya juga mempunyai pantai pribadi yang hanya ditujukan bagi tamu yang bermalam disana, selain itu terdapat pula 9 restoran dan bar yang membuat para pengunjung bebas memilih menu makanan dari berbagai belahan penjuru dunia.

Untuk menikmati hidangan bersantap ria, pihak resort juga sudah menyediakan restoran ternama yang tersebar di berbagai lokasi area hotel. Namun dari sekian banyak restoran terdapat dua restoran yang terkenal yaitu :
• Al – Muntaha (yang berarti Tertinggi), berlokasi di puncak 660 kaki di atas Persian Gulf. Tempat makan ini selain menyajikan masakan khas Arab juga menawarkan panorama Dubai. Hal ini disupport oleh kantilever penuh yang menjulang 27 meter dari kedua sisi tiang dan dapat diakses oleh lift.
• Al – Mahara (yang berarti Tiram), yang dapat dijangkau melalui simulation submarine di bawah hotel. Restoran disini selain menyuguhkan makanan yang nikmat nan segar juga memiliki akuarium air laut yang besar dan dapat menampung sekitar 990.000 liter air. Dinding tangki dibuat khusus yang berasal dari kaca akrilik setebal 18 cm untuk menahan tekanan air.

Walau dibalut dengan segala kemewahan, kecanggihan, keglamouran dan kekayaannya; Hotel ini pun tidak bisa menghindar dari segala kritikan tajam yang menyerangnya. Banyak pihak yang menuai bahwa pembangunan hotel ini semata – mata karena alasan ambisius sebelah pihak untuk memamerkan bentuk kekayaannya yang mainstream serta ada yang berpendapat bahwa hotel ini terlalu menghambur – hamburkan uang di masa pembangunannya dikarenakan biaya yang begitu “wah” ini dapat diamalkan untuk membantu ke negara yang kurang mampu.

Sayangnya tempat yang mewah seperti ini tidak di lengkapi dengan lengkapi dengan fasilitas casino dan gambling lainnya. Karena di Arab mempunya peraturan yang sangat ketat tentang perjudian. Negara arab sendiri menganut hukum agama Islam yang mengharamkan perjudian di setiap tempat di negara ini. Bahkan bagi yang ketahuan bermain judi walaupun dengan online akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.